Oleh: Nadya Tara Azzahra (Universitas Brawijaya)

Di tengah perkembangan teknologi dan modernisasi yang semakin pesat, sektor pertanian tetap memiliki peran penting dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Menurut Mendrofa et al. (2024), pertanian tidak hanya menjadi sumber pangan, tetapi juga menjadi penopang kesejahteraan dan ketahanan bangsa. Sebagai negara yang memiliki potensi agraris yang besar, Indonesia masih bergantung pada hasil pertanian untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Oleh karena itu, keberadaan sektor pertanian tidak dapat dipisahkan dari pembangunan nasional maupun kehidupan berbangsa dan bernegara (Burhan, 2018).
Menurut saya, pertanian merupakan salah satu sektor yang paling mencerminkan penerapan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Berbagai aktivitas yang dilakukan dalam bidang pertanian menunjukkan adanya kerja sama, tanggung jawab, keadilan, dan kepedulian terhadap sesama (Murya et al., 2023). Nilai-nilai tersebut tidak hanya mendukung keberlangsungan sektor pertanian, tetapi juga memperkuat karakter bangsa Indonesia. Sejalan dengan hal tersebut, menjaga dan mengembangkan pertanian berarti ikut menjaga nilai-nilai Pancasila untuk masa depan bangsa.
Nilai Ketuhanan Yang Maha Esa dapat terlihat dari kesadaran petani bahwa keberhasilan panen tidak hanya ditentukan oleh usaha manusia, tetapi juga oleh kondisi alam yang merupakan ciptaan Tuhan. Karena itu, banyak petani berusaha menjaga lingkungan agar tetap lestari dan dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan. Menurut Rudiyanto et al. (2025), sikap tersebut menunjukkan rasa syukur sekaligus tanggung jawab terhadap alam sebagai sumber kehidupan. Kesadaran untuk menjaga keseimbangan antara manusia dan lingkungan merupakan bentuk penerapan nilai ketuhanan dalam kehidupan nyata.
Nilai Kemanusiaan yang Adil dan Beradab juga tercermin dalam pentingnya perhatian terhadap kesejahteraan petani. Meskipun memiliki peran besar dalam menyediakan pangan, masih banyak petani yang menghadapi berbagai kesulitan ekonomi. Menurut Sirojudin et al. (2025), kondisi tersebut menunjukkan perlunya dukungan dari pemerintah dan masyarakat agar petani memperoleh kehidupan yang lebih layak. Memberikan kesempatan, perlindungan, dan penghargaan yang adil kepada petani merupakan bentuk penerapan nilai kemanusiaan yang beradab.
Selain itu, sektor pertanian juga menunjukkan nilai Persatuan Indonesia melalui budaya gotong royong yang masih dijalankan di berbagai daerah. Masyarakat sering bekerja sama dalam mengolah lahan, memperbaiki saluran irigasi, maupun saat masa panen tiba. Kegiatan tersebut menciptakan rasa kebersamaan dan memperkuat hubungan antarwarga tanpa membedakan latar belakang mereka. Semangat gotong royong yang tumbuh dalam kehidupan pertanian menjadi salah satu kekuatan penting dalam menjaga persatuan bangsa.
Nilai Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan dapat dilihat dalam berbagai kelompok tani yang mengutamakan musyawarah saat mengambil keputusan. Melalui musyawarah, setiap anggota memiliki kesempatan untuk menyampaikan pendapat dan mencari solusi terbaik bagi kepentingan bersama. Cara ini mencerminkan praktik demokrasi yang sederhana tetapi memiliki makna penting dalam kehidupan masyarakat. Dengan adanya musyawarah, keputusan yang dihasilkan cenderung lebih adil dan dapat diterima oleh semua pihak (Katarina et al., 2025)..
Sementara itu, nilai Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia sangat berkaitan dengan tujuan pembangunan sektor pertanian. Menurut Adelia (2024), pertanian yang maju dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa dan mengurangi kesenjangan ekonomi antara daerah perkotaan dan pedesaan. Selain itu, sektor pertanian juga mampu menciptakan lapangan pekerjaan serta mendukung perekonomian nasional. Oleh karena itu, pengembangan pertanian yang merata merupakan salah satu langkah penting untuk mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
Berdasarkan penjelasan tersebut, dapat dipahami bahwa pertanian memiliki hubungan yang sangat erat dengan penerapan nilai-nilai Pancasila. Sektor ini tidak hanya menghasilkan kebutuhan pangan, tetapi juga menjadi sarana untuk menumbuhkan sikap gotong royong, tanggung jawab, demokrasi, dan keadilan. Berbagai nilai yang terkandung dalam Pancasila dapat ditemukan secara nyata dalam kehidupan masyarakat pertanian. Karena itu, pertanian memiliki peran strategis dalam menjaga identitas dan karakter bangsa Indonesia (Solehudin, 2023).
Pada akhirnya, masa depan Indonesia tidak hanya bergantung pada kemajuan teknologi dan industri, tetapi juga pada kemampuan bangsa dalam menjaga sektor pertanian. Pertanian yang kuat akan mendukung ketahanan pangan, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta memperkuat penerapan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Oleh sebab itu, perhatian terhadap sektor pertanian harus terus ditingkatkan agar tetap mampu menjawab tantangan zaman. Dengan menjaga pertanian, Indonesia juga sedang menjaga fondasi penting bagi keberlangsungan bangsa di masa depan.
DAFTAR PUSTAKA
Adelia, H. (2024). Implementasi nilai Pancasila dalam kehidupan mahasiswa pertanian. Journal of Social, Justice and Policy, 3(4).
Burhan, A. B. (2018). Pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi untuk pengembangan ekonomi pertanian dan pengentasan kemiskinan. Jurnal Komunikasi Pembangunan, 16(2), 233–247.
Katarina, A., Apriyadin, H., Paji, P., Karakabu, S. E., & Sukoto, L. (2025). Kelembagaan informal (gotong royong) dalam masyarakat petani padi sawah di Desa Bhera, Kecamatan Mego. Mikroba: Jurnal Ilmu Tanaman, Sains dan Teknologi Pertanian, 2(3), 106–113.
Mendrofa, J. S., Zendrato, M. W., Halawa, N., Zalukhu, E. E., & Lase, N. K. (2024). Peran teknologi dalam meningkatkan efisiensi pertanian. Tumbuhan: Publikasi Ilmu Sosiologi Pertanian dan Ilmu Kehutanan, 1(3), 1–12.
Murya, D., Septi, R., & Risqi, M. (2023). Penerapan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Nama Jurnal, 2(3).
Rudiyanto, Lestari, N. S., Syamila, Q., Asiyah, A., Maualani, A. T., Fadhiyah, A., Fauzhia, I., Zakaria, W., Nurfachri, F. A., Ruqy, M. S., Gojali, M. A. S., & Herdiana, D. (2025). Penerapan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Gudang Jurnal Pengabdian Masyarakat, 3(2), 335–342.
Sirojudin, M. H., Rabbani, W. M., Al Farizi, M. F., Syafara, A. F., & Supriyono. (2025). Penerapan Pancasila sebagai alat untuk mendorong ketahanan pangan ekonomi di era krisis geopolitik. Jurnal Pendidikan Tambusai, 9(3), 36777–36781.
Solehudin. (2023). Implementasi nilai-nilai Pancasila dalam membangun budaya kerja petani. Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora, 12(2), 332–339.