Perlawanan Kerajaan Demak Terhadap Portugis

Javier Zafiras (Universitas Negeri Malang)

Kerajaan Demak
Demak merupakan Kerajaan Islam yang pertama di Pulau Jawa. Kerajaan Demak berdiri sekitar abad ke 15M. Letak Demak sangat menguntungkan, baik untuk perdagangan maupun untuk pertanian. Pada zaman dahulu Distrik Demak terletak di pantai selat yang memisahkan Pegunungan Muria dari Jawa. Pendiri Kerajaan Demak adalah Raden Patah, putra dari raja Majapahit. Pada masa kerajaan Majapahit, Demak merupakan salah satu wilayah kekuasaannya. Setelah Kerajaan Majapahit mengalami kehancuran akibat perang saudara 1478, Demak bangkit menjadi Kerajaan Islam yang pertama di Pulau Jawa dan menjadi salah satu kekuatan maritim yang kuat di Asia Tenggara. Kerajaan Demak berdiri seiring dengan runtuhnya Kerajaan Majapahit. Berdirinya Kerajaan Demak juga menandai munculnya kekuatan politik Islam di Pulau Jawa. Para ulama dan tokoh penyebar Islam seperti Wali Songo memiliki peran penting dalam mendukung berdirinya kerajaan ini. Melalui dukungan para ulama, Demak berkembang tidak hanya sebagai pusat kekuasaan politik, tetapi juga sebagai pusat penyebaran agama Islam di wilayah Jawa dan sekitarnya.
Letak Demak yang berada di jalur perdagangan laut menjadikannya cepat berkembang sebagai kerajaan maritim yang kuat. Kekayaan alam Pulau Jawa, terutama hasil pertanian seperti beras, menjadi komoditas perdagangan utama yang diekspor ke berbagai wilayah. Demak melakukan hubungan perdagangan dengan daerah di Nusantara seperti Maluku yang terkenal dengan hasil rempah-rempahnya, serta dengan wilayah di barat seperti Malaka dan Pasai. Aktivitas perdagangan ini menjadikan Demak sebagai salah satu pusat ekonomi penting di kawasan Asia Tenggara pada masa itu.

Perlawanan Demak
Sejak tahun 1509, Pati Unus sudah merancang rencana untuk menguasai Malaka. Demak ke Malaka bukanlah sebuah serangan anti asing, tetapi invasi imperialis melanjutkan ambisi Majapahit, mencegah pesaing menguasai Selat Malaka dan mengancam keamanan Nusantara. Selain melanjutkan ambisi Majapahit yaitu invasi imperialis, kerajaan Demah juga bertujuan menyebarkan syiar Islam melalui Malaka sebagai basis penyebaran. Menguasai Malaka juga meningkatkan prestise Demak di mata kerajaan Islam lain, menunjukkan kekuatan maritimnya. Setelah itu Portugis yang dipimpin laksamana Alfonsi D’Alburquerque berkuasa di Malaka tahun 1511. Kerajaan Demak yang telah dipimpin oleh Pati Unus mengirimkan pasukannya dengan bantuan Kerajaan Aceh untuk mengusir Portugis di Malaka. Usaha Demak mengalami kegagalan karena kalah persenjataan dan pasukan. Penyerangan dilakukan sekali lagi bersama Kerajaan Aceh dan Johor, tetapi tetap berhasil dipatahkan oleh portugis. Walaupun mengalami kegagalan, Demak tetap berusaha membendung masuknya Portugis ke Pulau Jawa. Kerajaan Demak selalu menyerang dan membinasakan setiap kapal dagang Portugis yang melewati jalur Laut Jawa.
Upaya Demak untuk mengusir Portugis diwujudkan dengan ditaklukkannya Kerajaan Pajajaran oleh Fatahilah (panglima perang utusan Demak) pada tahun 1527. Penaklukkan Kerajaan Pajajaran ini disebabkan Kerajaan Pajajaran mengadakan perjanjian perdagangan dengan Portugis, sehingga Portugis dapat diperbolehkan mendirikan benteng di Sunda kelapa (Jakarta). Ketika Portugis mendatangi Sunda Kelapa, terjadilah perang antara Kerajaan Demak di bawah pimpinan Fatahilah dengan tantara Portugis. Dalam peperangan itu, orang orang Portugis berhasil dipukul mundur. Kemenangan gemilah untuk Fatahilah merebut Sunda Kelapa tepat tanggal 22 Juni 1527. Kemudian Pelabuhan Sunda Kelapa diganti nama oleh Fatahilah menjadi Jayakarta yang berarti kejayaan yang sempurna. Meskipun Portugis sudah dipukul mundur oleh Kerajaan Demak dari masuknya pengaruh Portugis di Jawa Barat, tetapi Kerajaan Demak gagal mencegah hubungan dagang antara Portugis dengan Kerajaan Kerajaan Hindu di daerah Jawa Timur.

Kesimpulan
Kerajaan Demak merupakan kerajaan Islam pertama di Pulau Jawa yang muncul seiring dengan runtuhnya Kerajaan Majapahit pada akhir abad ke-15. Letaknya yang strategis di wilayah pesisir utara Jawa menjadikan Demak berkembang sebagai kekuatan maritim dan pusat perdagangan penting yang mampu menjalin hubungan dagang dengan berbagai wilayah di Nusantara maupun luar negeri.
Di bawah kepemimpinan tokoh-tokoh seperti Pati Unus dan Fatahillah, Demak berperan aktif dalam melakukan perlawanan terhadap bangsa Portugis yang berusaha menguasai jalur perdagangan di Nusantara, khususnya di Malaka dan Sunda Kelapa. Meskipun beberapa upaya militer mengalami kegagalan akibat kekuatan persenjataan Portugis yang lebih unggul, Demak tetap berusaha mempertahankan kedaulatan wilayahnya serta membendung pengaruh asing di Pulau Jawa.

Daftar Pustaka
Adryamarthanino, Verelladevanka. Indriawati, Tri. 2022. Latar Belakang Perlawanan Demak terhadap Portugis. Kompas.com https://www.kompas.com/stori/read/2022/11/29/131136579/latar-belakang-perlawanan-demak-terhadap-portugis
Graaf, de. 1985. Kerajaan-Kerajaan Islam Pertama di Jawa. Pustaka Utama Grafiti
Ihzaya. Makalah sejarah tentang perlawanan kerajaan demak terhadap portugis. https://www.slideshare.net/slideshow/makalah-sejarah-tentang-perlawanan-kerajaan-demak-terhadap-portugis/52420605#6
Nasution, I. F. A., & Himawan. 2021. Demak as the Maritime Kingdom on the North Coast of Java. Nasution Himawan
Maulidan, Cahya, Aldi. 2024. Kerajaan Demak Sebagai Pusat Maritim di Pulau Jawa.
Wulanda, Trisna. 2021. Latar Belakang Perlawanan Rakyat Demak terhadap Portugis. Detik.com. https://www.detik.com/edu/detikpedia/d-5714880/latar-belakang-perlawanan-rakyat-demak-terhadap-portugis

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *