GOSPEL: Warisan Agama Kristen oleh Belanda di Batavia pada Abad 17 dan 18
VOC pertama kali menyebarkan pengaruh Kristen yang berlandaskan pada dogma Calvinisme, yakni di Maluku pada abad ke-16, tepatnya pada tahun 1605. Setelah berhasil, orang-orang Portugis di Maluku dipaksa mengikuti dogma Calvinisme Belanda karena VOC menganggap Katolik adalah dogma musuh mereka, yakni Portugis. Lalu, orang Portugis yang diprotes oleh VOC kemudian dibawa ke pusat VOC, yakni Batavia. Awalnya umat Kristen di Batavia hanya didominasi oleh orang-orang Belanda dan Portugis yang diprotestanisasi. Pada mulanya mereka beribadah di dalam kapal-kapal dan benteng-benteng milik Kumpeni VOC. Lalu, datanglah para pendeta dari Belanda. Namun, mereka melihat kondisi umat Kristen di sana masih belum terstruktur dan mengajukan permohonan kepada pemerintah agar memerhatikan dan membuat gereja di Batavia agar lebih terstruktur. Dan pada tahun 1621, suatu perjamuan kudus dilakukan di luar Benteng Batavia, dan hal itu membuat pelonjakan umat meningkat dan menjadi cikal bakal lahirnya jemaat-jemaat dari orang lokal dan ibadah berbahasa Melayu di Batavia. Tujuan esai atau penulisan ini untuk mengkaji latar belakang maupun upaya penyebaran agama Kristen di kawasan Batavia pada abad ke-17 dan 18 oleh Belanda sebagai salah satu tujuan misi Gospel mereka di wilayah jajahan.









